Tulisan tulisan yang dikaitkan (tagged) lingkungan
Miris!
“Terima kasih,” ucapku sambil memberi senyum sama petugas yang sudah mengembalikan barang titipanku. Baru saja aku turun dari beberapa anak tangga, sejenak aku merasa kenal sama orang yang pakai kemeja putih dan celana dasar hitam, khas kalau sedang magang. Dia sedang menyapu lantai sambil wajahnya menunduk dan terkesan menutupin.
15 comments November 12, 2009
Kalau Karyawan Mengeluh (session II)
Dulu guru matematika-ku ngomong kalo nanti jangan jadi guru juga. Kami tanya kenapa? Dijawab kalo gaji guru itu nggak bakalan bikin makmur, kamu dibayar murah sementara investasi kita untuk belajar itu nggak murah. Belum lagi job desk guru berjalan sesuai tri dharma perguruan tinggi (heran padahal tempat ngajar aku neh tempat kursus bukan perguruan tinggi), yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian pada masyarakat. Kalau di-stabilo-in job desk-ku hanya pengajaran.
9 comments Oktober 28, 2009
Ini hanya masalah kecil, Huang. Get Up! Stand Up! Go Ahead!
Ada kejadian yang bikin aku harus menerima dengan lapang dada. Sighs! Untuk menyatakan secara tertulis hal yang aku gak tahu dan harus menyelamatkan kesalahan yang telah dilakukan siswaku dan nama baik lembagaku! Aku sudah berontak! But there’s no choice!
8 comments Agustus 12, 2009
Koper : Money Please
Tadi siang jalan sama Triana di PIM. Ngalor ngidul kongkow geje (gak jelas) gitu tiba-tiba saya celetuk gini ke dia.
“Kadang aku kepikiran bisa lahir di keluarga orang kaya,” celetukku.
“Huss.. itu tandanya kita nggak mensyukuri apa yang udah dikasih.”
Memang apa yang saya celetukin tadi hanya pikiranku yang kebetulan lewat. Saat itu saya sedang lihat orang-orang borjuis yang kelihatan bahagia menenteng beberapa goodie bags dan asik sama gadget mereka. Haiyaa.. pikiranku begitu negatif. Tapi.. (ngotot) beneran kadang aku kepikiran if i were riches huang? I have money and power! Disini egoku mulai muncul, karena apa? Yang aku sadarin, dalam hidup ini: kita nggak bisa meminta setiap hari dilalui dengan bahagia. Semua perasaan itu hanyalah perasaan yang punya waktu buat hilang dan berganti.
Kemarin saya dapat cerita tentang Christina Onaris. Siapa dia? Saya sendiri juga nggak kenal. Dari cerita, si Chistina itu ahli waris dari perusahaan pelabuhan, termasuk dalam orang terkaya di dunia. Mungkin mirip Paris Hilton yang jadi ahli waris Hilton Hotel? Punya segalanya (uang) dan gampang untuk wujudin apa yang dipengen. Beda dengan saya, pengen A, B, C, D, semuanya itu cuma di dalam pikiran. Akhir cerita Christina ini koid di dalam hotel di Afganistan akibat serangan jantung. Dan dia tidak bahagia sama hidupnya. Walaupun if i were in her shoes, tentu saya bakalan bahagia dong!
Ah.. akhirnya saya kembali disadarin.. bahagia tidaknya seseorang dipengaruh sama persepsi, pikiran, dan how to thankfull to God
11 comments Agustus 9, 2009
Sok Tahu dan Tahu Tapi Tidak Mengerti
Sok tahu bisa disebabkan oleh keinginan untuk dianggap tahu atau paling tahu, penting dan berpengaruh. Sering kali orang seperti itu bertingkah laku menyebalkan dan agak memaksakan pendapat mereka kepada orang lain.
Sedangkan kelompok orang yang hanya sekedar tahu tetapi tidak mengerti adalah kelompok yang mungkin hanya ingin tahu tanpa ingin mengerti atau tahu tetapi tidak dapat mengerti. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh kurang luasnya wawasan pemikiran yang disebabkan oleh ruang lingkup pergaulan yang terbatas, akses pengetahuan yang terbatas juga, dan sebagainya.
Kelompok orang yang tahu tetapi tidak mengerti, bisa menjadi kelompok orang yang sok tahu, atau bahkan yang lebih berbahaya lagi adalah membangun asumsi/pengertian dari pengetahuan yang terbatas tersebut, dan mungkin saja pengertian itu salah atau malah menyesatkan.
Baik kelompok sok tahu maupun kelompok tahu saja tetapi tidak mengerti, sama berbahayanya. Karena itu, carilah, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga pengertian, karena dalam pengetahuan terdapat kepintaran, tetapi dalam pengertian terdapat kebijaksanaan.
15 comments Agustus 4, 2009
Mama mana ya?
Habis baca tulisan mas Noe tentang kenapa nama blognya: http://delenger.wordpress.com, ternyata ada kisah yang mirip sama aku waktu kecil. Ceritanya aku pernah hampir jadi anak hilang, waktu itu mungkin usiaku sekitar 6 atau 7 tahun. Temenin mama ke pasar dan mama sedang sibuk cari kue buat sarapan pagi. Sementara aku sibuk cari makananku sendiri. Ehh.. aku pikir mamaku masih ada di sampingku, langsung aja aku gandeng. Ibu-ibu samping aku bengong lihat aku panggil dia mama.
Wuahhhhhhh.. langsung deh aku nangis menjadi-jadi..
Mana mamaku… huhuhu…
Udah kebayang dijadi gembel atau disuruh bawa kicikan. (lebaiii…..)
Singkat cerita, aku dibawa pulang sama si ibu-ibu itu ke rumahnya yang deket pasar. Wuih.. aku masih inget dia ngomong: mau nggak jadi anakku aja? Halahhhhh… makin nangis deh aku..
Tiba-tiba pintu rumah si ibu ada yang ketok. Eh, pas dibuka ternyata mamakuuuuuuuuu… hohoho.. senangnya… langsung deh aku belari ke belakang mamaku dan ngelap ingus gitu.. Hahaha..
p.s : Kadang aku sama mama masih ketemu sama ibu-ibu yang menolongku tersesat di pasar, dan aku suka senyam-senyum sendiri kalo inget kejadian itu.
20 comments Agustus 1, 2009
Harta atau Nyawa
Tadi sore ditelepon ama mamaku, tanya apa aku udah nyampe rumah atau belum. Terus cerita kalau kemarin rumah mantan bossnya abis disantronin rampok dan berhasil gasak harta benda si boss sekitar 200 juta dalam bentuk uang dan emas. Eh hari sabtu lalu rumah sepupuku juga disantronin sama rampok waktu mereka lagi keluar rumah. Si rampok berhasil dapetin duit 200 ribu dan 3 hape sepupuku. Lanjut lagi, bulan lalu temannya si mama juga ngalamin kejadian yang sama.
Haduh… aku jadi paranoid sendiri. Apalagi rumahku saat itu juga hampir disantronin sama BUGIL. Belum lagi makin hari manusia makin berani. Berani bunuh, berani dor, berani mati. Dengan satu motivasi: UANG.
p.s : Copet? Maling? Rampok? Sama-sama merugikan orang lain. Rampas barang dan atau nyawa orang lain.
31 comments Juli 30, 2009












