Kisah dalam buku dongeng selalu memberikan gambaran happily ever after. Seorang putri yang bertemu dengan sang pangeran. Tidakkah tiap dari kita mendambakan hal yang demikian? Namun, sayangnya itu hanya ada dalam barisan kalimat dan dongeng. Tidak banyak orang yang bisa mendapatkannya, barangkali hanya bisa mengkhayalnya saja.
Bisa kita rasakan sendiri, dunia ini ini penuh dengan kepedihan, kelicikan, kesulitan, dan kesedihan. Tidak ada tampak seperti dongeng kalau adanya happily ever after tersebut.
Bahagia adalah impian tiap insan individu. Definisi bahagia pun menjadi beragam.
Apa yang membuat kamu bahagia? Jika….
Saya bahagia jika dapat pasangan yang mengerti diri saya..
Saya bahagia jika ada pasangan yang mencintai diri saya…
Saya bahagia jika karir saya sukses…
Saya bahagia jika bisa keliling dunia tiap tahunnya…
Saya bahagia jika… dan jika..
Jika mereka sudah tahu ada konsekuensi yang harus dibayar saat meraih kebahagian, lantas kenapa masih tetap ngotot mengejar target bahagia itu?
Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari bahasa Yunani kuno: σπέρμα yang berarti benih, dan ζῷον yang berarti makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi laki-laki. Sel sperma akan membuahi ovum untuk membentuk zigot. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. 







