Tulisan tulisan yang dikaitkan (tagged) kebijakan
Sok Tahu dan Tahu Tapi Tidak Mengerti
Sok tahu bisa disebabkan oleh keinginan untuk dianggap tahu atau paling tahu, penting dan berpengaruh. Sering kali orang seperti itu bertingkah laku menyebalkan dan agak memaksakan pendapat mereka kepada orang lain.
Sedangkan kelompok orang yang hanya sekedar tahu tetapi tidak mengerti adalah kelompok yang mungkin hanya ingin tahu tanpa ingin mengerti atau tahu tetapi tidak dapat mengerti. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh kurang luasnya wawasan pemikiran yang disebabkan oleh ruang lingkup pergaulan yang terbatas, akses pengetahuan yang terbatas juga, dan sebagainya.
Kelompok orang yang tahu tetapi tidak mengerti, bisa menjadi kelompok orang yang sok tahu, atau bahkan yang lebih berbahaya lagi adalah membangun asumsi/pengertian dari pengetahuan yang terbatas tersebut, dan mungkin saja pengertian itu salah atau malah menyesatkan.
Baik kelompok sok tahu maupun kelompok tahu saja tetapi tidak mengerti, sama berbahayanya. Karena itu, carilah, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga pengertian, karena dalam pengetahuan terdapat kepintaran, tetapi dalam pengertian terdapat kebijaksanaan.
15 comments Agustus 4, 2009
Maaahaaall…
Tadi pagi baca status ef-be temenku kalo dia lagi sakit. Komenlah beberapa orang di statusnya itu, termasuk aku.
Aku tulis:
tempat kita ada ASKES ga ya.. atau tunjangan kesehatan gitu… tunjangan sakit.. atau apalah gitu.. wakakaka
Beberapa saat kemudian dibalas sama teman yang lain:
ada kak tunjangan sosial kalo k’ dedy sakit kayak 10 hari ntar kami cariin sumbangan ke kelas2. hahahha
23 comments Juli 30, 2009
Paparazzi
Kejadiannya tadi pagi waktu gw mau ke kantor, kebetulan angkot yang gw naikin nggak ada penumpang cuma ada gw sendirian. Biasanya angkot jurusan Ampera – KM 5 ini nggak boleh lewat lurus ke arah RS. Muhammad Husein, jadi harus lewat daerah Kamboja. Entah kenapa mamang angkotnya tanyain apa gw lewat Kamboja, otomatis gw jawab nggak. Secara arah kantor gw kan di RS. Muhammad Husein, sebetulnya nggak masalah juga sih kalau dia mau lewat di Kamboja, palingan gw tinggal jalan sedikit ke kantor.
19 comments Mei 17, 2009
Titik.
Barusan chat sama temen gw bilang kalo besok gw hepi soalnya besok udah bisa tanda tangan salary. Ciiihh.. harusnya hari neh salary udah masuk ke dalam rekening tabungan gw, tapi berhubung ya hari neh hari minggu jadi di-pending hari senin. Gak mau protes lagi… yasudslah.. yang penting upah gw dibayar. Titik.
Bicara soal hari gajian, rasanya hepi menjelang tanggal gajian. Hal pertama yang gw bayangin: Mau dipake shopping!! Ha-Ha… berarti duit itu cuma bertahan selama 5 menit di tangan gw, sisanya menguap entah kemana. Ada yang dibayarin buat hutang dan langsung dibelanjain buat ini-itu. Kadang gw berkhayal… *bisa jadi kenyataan nggak ya?* pengen setiap hari itu hari gajian?? wahhhh pasti asik banget tuh… tapi setelah temen gw bilang, bisa aja.. tapi cuapeknya luar biasa. Bangets… high salary means high pressure.
p.s : Horay… malem ini akhirnya Palembang hujan. Walaupun nggak deres tapi Puji Tuhan… ada hujan jadinya cuaca rada sejuk. Dan gw udah siap menyambut hari esok.
9 comments Mei 3, 2009
Kebijakan™
Jaahhhhhhhhh… harus siap nahan kentut napas soalnya yang mereka ngeluarin lagi kata: Itu sudah jadi kebijakan perusahaan™.
Sabtu siang, waktu yang harusnya saya gunakan untuk berurusan dengan dokter gigi jadi di-pending dulu buat ikutin seminar dari kantor (katanya sifatnya tuh wajib…). Oke, seminar berlangsung dan tiba-tiba atmosfer dalam ruangan kok berubah jadi rapat?
7 comments Juli 14, 2008
Kebijakan itu bernama 0,00000000001
Selesai urusan dari kampus, saya langsung meluncur ke kantor buat hadirin rapat akademik. Ada satu poin yang saya kurang sependapat. Poin itu seluruh pihak yang terkait dengan perusahaan ‘HARUS’ memakai provider dengan slogan 0,00000000001 dikarenakan perusahaan ingin menghemat sehingga ada jalinan kerjasama dengan provider tersebut. Logikanya, kalau ‘HARUS’ pakai provider itu saya harus beli hape baru dong? Lha iya lah.. masa iya dong..
Kebijakan perusahaan: (1) untuk menghemat biaya telepon jadi digantikan dengan fasilitas telepon murah dan sms gratis dari provider, (2) memudahkan komunikasi antar karyawan, guru, dan siswa (karena siswa juga ‘HARUS’ – saya langsung kepikiran gimana reaksi mereka nantinya.
Nah, masalahnya sekarang saya ’sungkan’ untuk (1) membeli hape baru, (2) mengisi pulsa untuk nomor baru tersebut. Secara, saya sendiri sudah menggunakan 2 provider yang saya pakai untuk kesibukan dan pribadi. Jadi saya pikirkan itu tidak bermanfaat buat saya. Tapi, kebijakan tetaplah kebijakan perusahaan dan itu harus dipatuhi.
Jah.. jatah bulanan harus dicicil neh buat ‘ngerdit hape’.
2 comments Juni 21, 2008









