Tulisan tulisan yang dikaitkan (tagged) doa
Kalau Karyawan Mengeluh (session II)
Dulu guru matematika-ku ngomong kalo nanti jangan jadi guru juga. Kami tanya kenapa? Dijawab kalo gaji guru itu nggak bakalan bikin makmur, kamu dibayar murah sementara investasi kita untuk belajar itu nggak murah. Belum lagi job desk guru berjalan sesuai tri dharma perguruan tinggi (heran padahal tempat ngajar aku neh tempat kursus bukan perguruan tinggi), yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian pada masyarakat. Kalau di-stabilo-in job desk-ku hanya pengajaran.
9 comments Oktober 28, 2009
Memang Belum Layak
Katanya kita butuh legowo (dalam bahasa Jowo artinya menerima dengan ikhlas). Biasanya legowo ini diucapin waktu kita lagi mengalami masa-masa ‘kekalahan’. Dalam permainan cuma ada dua jalan: menang atau kalah. Menang ya menang, mendapat hadiah. Kalau kalah? Tentu ada rasa sedih dan ‘kecewa’ yang efek sampingnya nggak puas. Sama kayak proses pemilihan caleg, gubernur, dan presiden kemarin.
Rasa legowo ini harus aku ngomong sama diri sendiri.. huaaaa… >.< Kalah lagi dalam kontes blog yang terakhir aku ikutin di blogdetik. Hihihihi… yawdinlah.. menerima kenyataan dan belajar kalau belum saatnya aku menang. Hue hue hue.. kalo kata dulur kami… apalah kami ini.. emang belum layak.. ha ha ha..
p.s : Chayoo, Huang… masih ada harapan kok
11 comments Agustus 1, 2009
You Are Not Alone
Bertemu dan berkenalan sama orang yang masuk dalam kehidupanku, bagiku merupakan kesempatan yang Tuhan udah rencanain. Pernah nggak kamu merasa dunia kota ini sempit banget yaa, kamu kenal sama temanku dan aku temanan sama temanku itu. Sekarang kamu jadi temanan sama aku, dan itu bukan nggak sengaja kan terjadi?
30 comments Juni 28, 2009
Pertemuan Dora dan Si Kudanilbengkak
69 comments Juni 19, 2009
Sepasang Koin
Balik dari kantor, ada siaran radio dari ustad KH Zainuddin MZ yang diputerin sama masjid samping rumahku. Pak ustad dengan gayanya yang suka bikin lelucon ini cerita tentang bersyukur. Aku pikir lumayan deh sore-sore habis balik dari kantor bisa dapet kotbah sore dulu ![]()
14 comments Juni 2, 2009
Dikalaku Tua Nanti
“Nona Lee … Perlu tiga tahun surat-suratmu mencapai hatiku. Aku buta ketika aku bisa melihat. Aku tuli ketika aku bisa mendengar. Satu malam, dalam mimpiku seekor burung angsa memimpinku ke lembah musim dingin dimana ranting emas tumbuh. Di sana aku melihat engkau, Nona Lee, bersinaran dalam emas. Menunggu musim semi untuk datang. Kau hidup selamanya dalam hatiku, melihatku di bumi. Nona Lee ..! Young Hee, aku tidak tahu harus memanggilmu apa … aku akan memanggilmu ibu, i love you.”
Kutipan di atas merupakan inti cerita dari drama korea berjudul Mom Never Dies. Cerita tentang figur seorang ibu tentu bisa menitikkan air mata setiap orang yang menonton, termasuk aku. Naik turun emosi terpancing untuk bilang iya.. aku juga pernah berbuat hal demikian sama mamaku
.
Kisah tentang kasih sayang seorang ibu, Miss Lee. Ia punya tiga orang anak; anaknya yang perempuan sudah meninggalkan rumah untuk yang pertama. Anak yang kedua, cowok juga meninggalkan rumah lantaran menikah. Anak yang terakhir, mendapat pesan dari kedua kakaknya untuk menjaga ibu mereka.
19 comments Juni 1, 2009
My Best Son
Huff, kadang nggak tahan mendengar bawelannya.
Kadang juga nggak sabar melihat kelakuannya yang bikin kita malu.
Ada juga kadang merasa pusing dengar pengulangan kata-katanya.
Sampai saat itu datang…
Saat waktu sudah nggak bisa diputar balik, melihat dia menutup mata untuk selamanya
Seolah teringat kembali,
Disaat dia berdoa, nama kita disebut.. adakah kita juga menyebut namanya kembali?
Disaat dia tertidur dengan pulas, rona wajahnya tampak letih
Apapun itu, belajar, belajar, dan belajar untuk menghormati dia
p.s : Ambil waktu sejenak dan merenung. Happy Mother’s Day
10 comments Mei 9, 2009
Puji Tuhan
Gw nulis neh bukan berarti gw mengeluh tentang apa yang telah gw lewati hari ini dan kemarin. Setidaknya dengan menulis neh gw jadi lebih waras lagi. Fiuh..
Baru kali neh gw bener-bener merasa nggak ada respek dari anak didik gw. Bisa gw bilang di luar dari pengendalian gw sebagai gurunya. Berani membangkang dan ke-tidakwajaran lainnya. Sabar… dan sabar… dan berusaha tersenyum. Coba buat ingetin diri kalau gw tetep pegang kendali dari semua ini dan segera mungkin buang perasaan negatif terhadap anak didik gw.
22 comments Mei 7, 2009
Belajar dari Panda
Sabtu malam kemarin saya datang ke P3M (Persekutuan Pemuda Pemudi Methodist), acara sabtu kemarin nonton bersama. Nonton apa? Film animasi baru produksi Dreamworks Animation, Kungfu Panda.
Po, panda besar bertubuh tambun dan yang menurut lucu yaitu Po anak dari seorang Bebek? Sometime animations doesn’t need reason or make sense. Si Panda ini punya keinginan untuk menjadi master kungfu. Namun, tadir dari si ayah mengatakan kalau dia akan tetap meneruskan usaha keluarga yaitu berdagang mie. Singkat cerita, ternyata Valley of Peace (kota tempat tinggal Po) sedang dalam ancaman macan tutul salju bernama Tai Lung. Makanya Valley of Peace membuat sayembara mencari prajurit naga untuk melindungi kota. Po yang karena ‘kecelakaan’ tidak disangka ditunjuk menjadi prajurit naga itu dan membuat orang ragu akan kemampuan dirinya. Hal ini dikarenakan Po tidak mempunyai kemampuan kungfu dibanding 5 prajurit asuhan Shifu yaitu Macan tutul ‘Tigers’ , Belalang ‘Mantis’, Monyet ‘Monkey’, Ular ‘Viper’, dan Bangau ‘Crane’.
6 comments Juli 1, 2008












