Arsip | September, 2010

Anjing Malang Di sebuah Kerajaan

30 Sep

Ada sebuah bangunan tampak kokoh dari luar. Tembok dindingnya berlapiskan jejeran terali yang tinggi dan berduri. Belum lagi pengamanannya serba monitor.

Terdamparlah seekor anjing malang berbulu putih. Anjing malang ini sungguh malang nasibnya.

Pertama, dia tidak tahu jenis kelaminnya. Walau sebenarnya dia berjenis kelamin betina tapi sifatnya kayak pejantan. Pejantan dalam hal birahi nomor satu. Dia gak segan-segan langsung berpose seperti doggy style di kaki orang. Kurang ajar. Dan sial orang yang sudah diajak kawin sama itu anjing.

Kedua, dia selalu disiksa oleh majikannya. Entah pakai tongkat atau gertakan bahkan kaki si majikan. Bayangkan si anjing malang ini terus mengaing-ngaing.

Ketiga, dia selalu buat keributan sama anjing lainnya. Tampangnya yang sekilas lucu ternyata selalu buat keributan. Cuma modal tampilin wajahnya, seluruh anjing langsung mengonggong. Lalu dia pergi melengos begitu saja. Anjing gak sopan lagi.

Keempat, si majikan sudah makin jengkel karena si anjing gak bisa apa-apa. Boro-boro mengonggong, kerjaannya makan terus. Akhirnya si anjing dimasukkan ke kardus dan ditulislah di kardus: peliharalah aku.

Kelima, telah mati dengan malang menjadi anjing rica-rica.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Makin Dilarang Makin Diinjek

30 Sep

Geleng-geleng lah kau, peduli amat aku sama rumputmu.

“Coba kau suruh Huang gak jangan injek itu rumput. Soalnya ntar rumputnya mati.”

Temanku yang berambut panjang dan bertubuh semampai itu langsung bilang ke aku.

Oopss kakiku langsung angkat dari rumputnya yang mahal itu.

Dengan tampang bego pula si teman malahan bertanya kenapa?

Setelah dapat jawaban dari si empunya rumput, dengan tampang belo’on kakinya dia langsung injek itu rumput.

Baiklah… Saatnya kita kabur….

Posted with WordPress for BlackBerry.

Takkan Terganti

29 Sep

Satu kalimat : saya rindu blog ini.

*backsound : rindu setengah mati*

Saya tak bisa mematikan blog ini walau he-should-not-be-named bilang kalau saya tidak boleh lagi ngeblog. Saya harus pikirin asap dapur tetep ngepul dan hanya boleh ngisi di blog miliknya. Haizzzz…

Maaf saya belum sempat membalas komen kalian yang masih merindukan saya.. Hihihi..

Baiklah lanjut kerja lagi..

Posted with WordPress for BlackBerry.

Komoditi yang Tak Logik

14 Sep

Lusa lalu saya reuni sama kawan sewaktu sma. Ada lah sekitar 4 samapi 5 tahun kita nggak jumpa. Asik berhaha-berhihi lalu jalan di mall. Singkat cerita salah satu teman bilang “Kalian boleh ajak aku kemana aja, tapi temenin aku dulu ke Century buat beli handyplast.”

Saya tanya memangnya ada apa?

“Itu kakiku digigit sama sepatu,” jawabnya. Langsung lah saya lirik ke arah kakinya.

“Pantes kakimu digigit sama sepatu,” ledek saya. Dia kebingungan. “Lha wong kamu pake sepatu aja cap buaya (Crocs),” seruku.

Hahahaha…

Ada juga cerita tentang behel. Trend behel sekarang udah nggak ketolongan. Orang sekarang juga doyan hamburin uang untuk barang yang nggak worthed gitu demi namanya supaya giginya rata. Atau lebih parah lagi alasannya supaya waktu senyum ada warna-warni. Sakit jiwa!

“Berapaan kau pasang behel itu?” tanyaku karena behelnya mengganggu pemandangan.
“Lima juta,”
“Doyan amat yaa… Tajir dong!”

Tapi kasihan orang kek gitu, karena giginya aja perlu dikerangkeng. Serem!

Cerita selanjunya…

Aksesoris sudah jadi suatu komoditi pelengkap untuk menunjang penampilan. Berapapun harganya kalau ada uang pasti dibeli. Pernah dengar power balance? Saya juga baru dengar setelah lihat langsung teman saya pakai power balance.

Apa itu power balance?

PB aksesoris berbentuk gelang karet. Katanya setelah aku baca di google, untuk menyeimbangkan energi. Dan bakal lebih kena efeknya kalau ada orang lain yang juga sama-sama pakai, karena magnetnya langsung ke-detect. Tapi whatever, saya tidak peduli fungsinya.

“Gilaaa harganya 400ribu?!” Kaget saya begitu lihat benda karet kecil gitu. “Tapi wajarlah kamu beli, selain kamu tajir efek lainnya buat seimbangin otak kamu yang nggak waras beli barang kek gituan.”

Intinya, saya hanya geleng-geleng kepala aja lihat orang rela keluarin uang banyak untuk sesuatu yang sakit jiwa. Perlu digaris bawah, kalau kamu masih punya banyak uang yaaa silahkanlah beli semuanya. Hihihihi…

p.s : lega..

Posted with WordPress for BlackBerry.

Diproteksi: Galeb : Over Sotoy

13 Sep

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Sebuah Refleksi Tentang Berpikir

10 Sep

Tiap orang punya keasikan sendiri dalam hal menikmati sesuatu. Misalnya dengar musik, bikin karya desain baru, atau main game. Kalau kata teman saya yang nunjauh di USA itu (dia selalu minta saya disebutin kek gitu, katanya supaya keren hahaha) itu adalah cara kreatif buat menghilangkan rasa jenuh.

BUZZ!
Saya mulai ajak ngobrol kawan online saya. Saya tanya apa dia masih main game atau udah selesai. Jawabnya kalau dia masih main game, tiap hari lah.

Saya tanya lagi sama dia kalau saya pernah berpikir kok bisa ya rata-rata orang enjoy main game? Saya suka main game tapi tidak sampai maniak harus bela-belain begadang segala.

Lalu jawablah teman saya kalau bermain game itu seru. Apalagi bisa selesain level-levelnya sampai tamat. Memang tidak salah juga, keasikan main game ya bisa selesain tantangan per levelnya.

“115,” jawab dia waktu saya bertanya soal level game yang lagi dia mainkan. “Gw masih di peringkat #2. Yang peringkat #1 udah level 135. Sebelll sebelll sebelll,” tambahnya. Ternyata dia baru merasa puas setelah berada di peringkat #1.

Wajarlah, saya rasa kalau orang lain mungkin ada rasa kepuasan yang lain. Betul kan?

Saya coba kasih saran ke dia kalau dia mau berada di peringkat #1. Berhubung dia main game yang ada di facebookn jadi cara gampangnya delete aja facebook orang yang di peringkat #1. Otomatis dia langsung naik ke peringkat #1 kayak yang dia harapin pengen di peringkat #1. Simpel kan?

Eh belum saya ketik di keyboard saran saya itu, dia udah tanya apa saya mau kasih dia cheat untuk game itu?

Saat itu saya langsung refleks dan jadi berpikir jauh banget ya pikiran teman saya. Dan dari sinilah saya belajar sesuatu. Kadang (mungkin sering) saya juga punya pikiran seperti teman saya itu. Punya pikiran yang udah jauh dan ribet, padahal masih punya cara yang lebih simpel dan sederhana.

ah… Alangkah damainya hati ini kalau pikiran selalu out of the box, ide kreatif selalu mengalir.

Bolehkah Aku Bilang, kalo aku…

10 Sep

Perasaan ini sungguh membuat detak jantungku menggebu cepat. Ku petik setangkai bunga, cabut perhelai daunnya.

Bilang..
Ngakk..
Bilang..
Ngakk…
Bill…anng…

“Aku pengen tanya sesuatu sama kamu,” ucapku.
“Bilang aja,” jawabnya pendek.

Aku masih melihat dia sibuk dengan benda yang dari sejam lalu masih ia pegang dan mainkan.

“Beneran boleh?” tanyaku satu kali lagi.
“Bilang aja..”
“Tapi kamu janji dulu yaaa..”
“Janji apa?”
“Janji jangan marah ke aku habis aku bilang ke kamunya.”

Dia mengernyitkan dahinya.

“Baiklah,” ucapnya.
“Ku tunggu jandamu.”

PLaaaaaKK !!

Aku meringis kesakitan mengelus pipi.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Mungkinkah Kesalahan Setahun Terhapus dalam Sebulan?

9 Sep

Mungkinkah???

Dalam 365 hari beraktifitas, dengan gampangnya dilakukan pemutihan kesalahan hanya dalam 30 hari? Wah.. Kalau begitu bakal banyak orang yang lebih banyak berbuat dosa dan kesalahan sama banyak orang. Soalnya semua kesalahannya akan diputihkan selama kurung waktu 30 hari.

Habis itu?

Habis itu semuanya akan kembali lagi ke 0 dan mulai mengisi kesalahan-kesalahannya sampai 335 hari kedepan.

Ada status teman saya yang mengatakan : Saya bukan Tuhan, jadi saya tidak mampu mengampuni dan memaafkan kesalahanmu.

Pikiran saya langsung berandai-andai. Andai teman saya benar-benar dilukai oleh seseorang, tentu tidaklah gampang untuk memaafkan apalagi mengampuni. Kasus orang membunuh orang lain, belum tentu keluarga orang yang dibunuh itu akan dengan membuka pintu maaf bagi si pembunuh.

Entahlah, saya hanya coba bereksplorasi dengan pikiran saya setelah membaca status teman saya yang saya jadikan sebagai judul tulisan di blog ini.

Banyak sekali kita menjadi pribadi yang TOMAT alias Sekali Tobat Kumat Lagi. Mulut berucap maaf tapi hati masih enggan memaafkan. Bahkan masih ada orang yang punya sifat membuat orang lain jengkel secara tidak langsung.

Semoga buat yang sedang merayakan hari kemenangan ini mendapat hikmah dari amal yang telah dikumpulkan selama satu bulan. Setelah capai poin selama satu bulan, jangan lupa tukarkan poin itu masjid-masjid terdekat (zakat, dll) dengan amal.

Saya mengucapkan kepada pengujung setia blog saya (bagi yang merayakan) : Selamat Idul Fitri 1431H. Mohon maaf kalau selama ini ada tulisan saya yang kurang berkenan.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 210 pengikut lainnya.