Arsip | Juli, 2010

Faithfull in Small Things

31 Jul

I honestly feel exasperated with the current situation. I like this job, but I feel depressed with the name of achievement. I do not want this condition is taken too far, but I have to do? exit from the current position and seek a new position?

I do not want to complain, because I realized my life was so complex. I am covered by jealousy, envy, insecurity and comfortable. Not to mention my co-workers continue to be patient with the less fun, people might see me with him fit but not for me. Other hand, leaders do not see me with good quality and it makes me feel is no longer productive.

Jesus said to be faithful in small things, then you will be trusted a great case. Okay, I’ll listen to nurture My father in heaven. Because the assessment is not of real human eyes but the eyes My father in heaven.

Emosi itu seperti PUP

26 Jul

Suatu pagi saya baca status facebook teman saya. Dia sedang kesal sampai memuncak, lalu saya tanyain ke dia ada apa. Siapa tahu dengan curhat dia tambah lega. Maka ceritalah kalau dia sedang kesal sama teman dia. Temannya meminta bantuan untuk mengolah data, tapi setelah teman saya bantu dengan ikhlas, eh si peminta bantuan ini justru cuek dan malahan ada teman lain yang mencuri hipotesa yang telah dibuat oleh teman saya. Saya bisa pahami perasaannya. Kalau saya diposisi dia juga bakalan kesal karena menahan emosi.

Manusia normal mana yang tidak pernah merasakan emosi?

Emosi ibarat saat kita mencoba menahan hasrat untuk BAB (buang air besar). Saat rasa itu bisa ditahan, maka kita bakalan mencoba untuk menahan. Bahkan ada yang bilang pegang batu kecil untuk menahan bab atau loncat-loncat, merasakan ketegangan maka rasa itu akan segera hilang. Sama juga dengan emosi, kita coba untuk terus bersabar dan bersabar. Tapi kalau rasa itu sudah gak bisa ditahan lagi, maka segeralah kita mencari tempat untuk membuang ‘hal’ itu. Tentunya lega dong kalau sudah dibuang?

Samalah kayak emosi, saya setuju emosi itu ada batasnya. Walau ada yang bilang untuk terus bersabar, tapi saya manusia biasa yang tidak sempurna dari tingkah laku saya. Temanku itu tentu juga merasa hal yang sama. Namun, dari situ dia memilih untuk meninggalkan orang seperti itu. Dalam artian buat apa kita berlama-lama sama orang seperti itu, buang energi saja.

Jadi intinya, saat kamu sudah tidak dapat menahan emosi jawabannya carilah ‘tempat’ untuk melegakan perasaan itu.

Haha Selama di Jakarta

26 Jul

Yiipie… akhirnya saya balik lagi ke kandang. Hahaha… ya saya harus balik lagi ke Palembang setelah kemarin 3 hari berada di Jakarta. Kemarin, saya harus menghadiri (cie bahasanya), oke saya harus pameran di Jakarta Convention Center. Saya dan temantugasnya presentasiin, tepatnya memperkenalkan sama orang-orang Jakarta kalau kita di Palembang punya sistem pembelajaran yang menarik dan itu asli karya anak bangsa. Tapi bukan saya yang membuat sistem pembelajaran itu, melainkan teman saya berinisial AR dan kawan-kawan. Saya dan teman hanya bisa membantu sebatas yang kami mampu. Namun saya, hasil yang sudah kami lewatin ini belum mendapat hasil yang maksimal, kami belum dipilih sebagai Winner untuk acara kemarin. Cuma lumayanlah, kami masuk dalam 5 besar nominator yang bagi kami ini suatu apresiasi.

Secara pribadi, banyak pengalaman dan kejadian yang bisa dibilang “magic” (bahasa kerennya). Ya, walaupun kita gak menang tapi pengalaman ini justru lebih dari sebuah piala. Oh ya, selama di Jakarta kemarin saya sempat kopdar dengan beberapa kenalan saya di dunia maya. Saya sendiri kaget mereka bersedia datang ke JCC dan hotel saya untuk ketemu sama saya. Saya kopdar sama Christian Simamora. Kenal? Iya saya jumpa fans sama dia. Hahaha.. dan ini kali kedua saya ketemu sama dia. Dan dia sangat-sangat baik dan rame. Waktu di JCC kita sempat bingung soalnya kurang peralatan buat pameran. Lalu aku minta dia nemenin ke Carefour terdekat karena barang di Carefour ya lumayan murah dibanding tempat lain. Saya diajaknya ke Ambasador, setelah mondar-mandir sampai jam 10 malam dengan kondisi badan belum mandi dan makan. Saya ajak dia makan Soto Betawi di deket Ambasador.

Satu lagi, saya “nodong” si Christian buat dikasih novel terbarunya, Pillow Talk! Horayy dan tak lupa tanda tangannya dong.

Balik dari Ambasador, saya balik ke hotel. Ternyata ada teman saya yang kontek ke hape buat ajak saya kabur dari hotel. Gila jam 11 malam mau kabur kemana? Ternyata dia mau ajak saya kabur ke Trans 7 Studio buat lihat syuting Opera Van Java secara live, tapi syuting itu sifatnya rekaman untuk nanti lebaran. Sekitar 30 menit saya ketawa lepas dan senang bisa lihat studio Trans 7 secara langsung. Saya jadi tahu gimana proses syuting dan bisa lihat langsung pemain di OVJ dan mereka memang spontanitas. Pengalaman yang menarik bukan? Kebetulan teman saya itu kerja di Trans 7, makanya saya bisa diajak ke sana. Hahaha…

Ah, saya tidak sempat shoping. Kenapa? Di Jakarta itu banyak berkeliaran BABI alias BAnyak BIaya. Apa-apa mahal, jadi maafkanlah kalau saya kesana bukan untuk bermain. Saya kere dengan dana terbatas, jadi saya hanya bisa kasih oleh-oleh berupa tulisan saya dan foto-foto. Hahahha..

Oh ya ada pengalaman konyol. Selama disana karena mau cari jalan cepat dari hotel ke JCC. Akhirnya kita nyasar dan puterin itu gelora dan istora. hahaha.. Pegal-pegal deh neh kaki. Belum lagi harus hadapin pengunjung pameran yang unik dan lucu. Ada pengunjung yang pura-pura bloonnya datang ke booth kita, langsung ambil permen marshmallow dan cokelat lalu langsung pergi. Ada juga yang ber-o ria entah mereka paham atau kagak. Ada juga anak-anak a be ge yang eksis banget. Hahaha..

Semoga, suatu saat saya bisa balik lagi ke Jakarta dan bukan hanya Jakarta saja tapi saya juga bisa ke kota-kota baru lainnya.

p.s : Buat debho, sorry belum berjodoh kali kita ketemuan Hehehehe… but, its oke ya… suatu saat bisa kopdaran juga. :D

Koper : I’m back

18 Jul

Akhirnya saya kembali lagi ke warnet semasa saya masih smp. Warnet pertama kali tempat saya belajar internet dan mengetahui kalau dunia maya itu adalah sesuatu yang tidak nyata. Kita tidak akan tahu wujud orang yang sedang kita ajak curhat, bisnis, atau diajak untuk dipacarin.

Well, kenapa saya bisa terdampar di warnet ini. Lantaran ada email yang harus saya kirim saja, dan kebetulan saya tampaknya udah lama gak posting. Kangen. Sudah hampir satu bulan saya udah gak langganan internet lagi. Alasannya saya sekarang juga udah jarang pakai internet di rumah pada waktu malam hari. Lantaran pagi harinya di kantor juga udah bisa online. So, nikmati masa hemat tanpa internet dulu. Hehehe…

Oke.. have a nice sunday. Besok udah mulai kerja dan meeting lagi. Saya sendiri juga harus tetap berjuang. Terus terang banyak sekali yang pengen saya ceritakan di blog ini, tapi saya sadari itu sudah tidak mungkin lagi untuk saya ceritakan disini. Tidak seperti dulu kalau saya bisa bebas bercerita di blog saya pribadi. Jadi, mungkin saya akan mencari alternatif lain agar saya tetap dapat bercerita walau hanya uneg-uneg sesaat.

Salam hangat,

Huang

p.s :  its too complex situation, but i’ve to stand up.

Seragam

16 Jul

Teman saya bercerita, suatu waktu dia diajak sama bosnya untuk nemenin ke bandara dalam rangka mengantar emaknya si bos berangkat. Temen saya ini hanyalah staff biasa maka dia nurut saja begitu diminta sama bos. Singkat cerita mereka bertiga berangkatlah ke bandara, teman saya dengan pakaian seragam yang lengkap (blazer, dll), sedangkan bosnya pakai kaos yang cuma ada label kantor (biasa dikasih buat souvenir doang).

Begitu mau check in, kebetulan teman saya ini kenal sama petugas check in di bandara. Wajar karena dia pernah bekerja di bandara itu selama 3 tahun.

Petugas check in : Wah hebat ya kamu sekarang.. gaweannya udah enak, udah jadi direktur kamu?

Teman saya : *pasang muka gak enak* Ah gak lah, aku cuma staff biasa aja.

Petugas check in : Masa seh? Padahal dari seragammu itu keliatan kayak direktur gitu. Hahahah..

Teman saya jadi main lirik-lirikan sama bosnya. Sedangkan bosnya cuma nyenggir doang.

==================

Saya jadi ingat waktu masih SMP, saat itu saya kepikiran enak kali jadi anak SMA soalnya anak-anak sma seragamnya bisa dibuat fungky. Sepatunya boleh sepatu kets warna-warni. Setelah saya masuk sma, waduh peraturan di sma itu berubah 180 derajad. Sudah gak bisa lagi pakai sepatu yang warna-warni, rambut di cat, dll. Oke, setelah sma saya kepikiran ah jadi mahasiswa juga asik soalnya gak perlu pakai seragam putih-abu. Bisa pakai baju bebas casual, rambut boleh dicat, dll. Maka saya naiklah jadi mahasiswa, setelah itu saya kepikiran pengen dapat kerja yang ada seragamnya, pakai jas, dan berdasi. Sudah kebayang kalau gimana tampannya saya nanti. Hahahaha…

Sekarang, saya sudah rasain kerja dengan seragam seperti itu. Saat ini saya pengen untuk masalah seragam, seragam kerja saya casual santai saja. Bukannya saya mau melawan, hanya pengen suasana baru saja.

Konser yang Nyaman

12 Jul

Tindakan mengagung-agungkan seseorang, setelah itu secara bersamaan juga mencemooh orang yang diagungkan tadi. Inilah cermin masyarakat saat ini, budaya kita lebih tepatnya. Satu fenomena yang saya angkat tentang konser. Katakanlah konser musik, layaknya kita menikmati suguhan musik yang dibawakan. Bukan sengaja berdiri paling depan dan sibuk memotret si penyanyi. Hingga dari awal konser sampai akhir konser yang dilakukan hanyalah memotret. Entah apa yang dipotret, tapi mungkin ini bentuk kesenangan sendiri.

Tapi, itu semua sama sekali gak bermanfaat. Menonton konser bukanlah kita harus sibuk dengan kamera dan memotret si penyanyi. Dulu, sekolahku pernah mengundang Agnes Monica, saat itu si Agnes ngambek nyanyi lantaran semua penontonnya hanya sibuk memotret dirinya. Dipikir benar juga, bayar konser mahal tapi hanya untuk memotret?

 

 

So, memang gak ada salahnya untuk memotret, tapi jangan sampai dari awal sampai akhir konser harus dipotret kan?]

5 Besar Nominator INAICTA 2010

8 Jul

Horayy… tim kami berhasil masuk ke semifinalis INAICTA 2010. Kita masuk ke 5 besar nominator. Berarti nanti kita akan ke Jakarta lagi untuk bersaing dengan 4 nominator lainnya. Kali ini kita akan pameran selama 2 hari di Jakarta Convention Center @ 23 – 24 Juli 2010.

 

p.s : Semoga tim kami keluar sebagai winner dan bisa mewakili Indonesia untuk bertanding lagi ke ajang Asia dan Internasional. Amin.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 210 pengikut lainnya.