Hampaku Menjadi Parsial


Apa yang kamu lakukan jika kamu divonis oleh orang dan mengakibatkan impianmu putus seperti tali layangan?

Sampai sekarang aku masih dapat mengingat dengan jelas apa yang terucap dari mulut itu kepadaku.

Kartu AS-ku ialah ketakutan yang selama ini aku tutup-tutupin dalam mengejar impianku. Namun hari ini berhasil dibuka oleh dia. Membuka kelemahanku sebagai orang parsial.

Sighs.

Kenapa aku terlahir dalam kelompok orang parsial itu?

Kenapa orang itu harus ada untuk membuka kelemahanku saat aku telah berjuang mengalahkan puluhan lawan-lawanku, hingga sampai yang tersisa hanya aku seorang sebagai pemenang?

Aku nggak menyalahkan Tuhan, justru aku balik bertanya kenapa Dia mengizinkan aku mengalahkan puluhan lawan-lawanku sebelumnya?

Barusan aku buka aplikasi di facebook, mirip Cookies Fortune:

On this day of your life, Dadi, we believe God wants you to know … that God has an important purpose for you, and made everything possible for you to succeed.

That’s not to say it’s an easy purpose, or a convenient one. It might very well seem hard or even impossible, but it only looks that way. The truth is that one day you will look back and see how all the pieces fit together. And how your life has been a complete and utter success.

p.s : Rasanya aku ingin menangis, sadar akan diri ini di mataNya. Tapi aku tersenyum Dia telah menyadarkanku.

p.s : (hampa)

About these ads

7 pemikiran pada “Hampaku Menjadi Parsial

  1. Ping-balik: Tuhan Itu Adil « Coffee Oriental | Huang

  2. klu aku neeh huan9,justru d9 perkataan spti itu tetep fi9ht dan buktiin bahwa omon9an dia itu salah!
    bahwa aku bisa mewujudkan itu,jan9an dijadiin su9esti huan9,klu dijain su9esti jadinya lemah mulu..

    tapi tetaplah berusaha dan buktkan bahwa huan9 eman9 bisa mewujudkan mimpi ituh,keep fi9ht GBU..

    seman9aadd!!

    Huang : Semoga.. :( walaupun aku nggak tahu gimana fightnya nanti..

  3. di dunia ini banyak orang yang emang nyinyir yang suka ngasih vonis yang bisa bikin kita jadi down. gua pernah banget ngalamin itu. gak sekali tapi beberapa kali.

    solusinya, yah walaupun kita pasti down tapi jangan menyerah! harus dibuktikan kalo orang itu salah!

    Huang : Oh ya?? buktikan vonis seorang dokter?? *sighs i hate docter, tiba-tiba.*

    • yah itu memang sudah menjadi kewajiban seorang dokter dalam menjalani tugasnya dan untuk mengatakan sejujurnya kepada pasiennya.

      Hanya saja memang cara dokter terkadang (bukan terkadang, tapi kebanyakan) tidak bersahabat.

      Ada temanku yang pernah dikatain begini dengan dokternya, “ngga usah buang2 duit untuk penyakit suamimu, suamimu ngga bisa ditolong dan akan mati. Lebih baik uangnya disumbangkan ke orang lain”

      Oleh karena inilah aQ mengingatkan kepada teman2ku yang kuliah di kedokteran, kalo sudah jadi dokter dan memvonis pasien nanti, tolong caranya jangan kasar.

      Huang : :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s